Surat terbuka dr Tirta untuk Jokowi: Tutup akses keluar-masuk Jakarta!

Loading...
Loading...

Nama dr Tirta belakangan ramai dibicarakan, dokter lulusan Universitas Gajah Mada bernama lengkap Tirta Mandira Hudhi ini dibicarakan lantaran memposting video edukasi soal corona dengan gaya nyentrik dan blak-blakan. Setelah sempat viral. Kini namanya kembali mencuat karena menulis surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi). Surat terbuka dr Tirta untuk Jokowi tersebut memuat kritik soal langkah pemerintah.atasi wabah corona.
Lewat akun instagramnya, Surat terbuka dr Tirta untuk Jokowi itu mengkritik cara pemerintah dalam menanggulangi wabah COVID-19, yang menurutnya tidak efektif. Ia bahkan menyelipkan kritikan pedas juga untuk juru bicara Kemenkes.
“Halo kepala daerah, kepala negara dan warga Indonesia mungkin caption saya sekarang agak kontroversial. Tapi ini adalah saat tepat mumpung saya diperhatikan mayoritas warga Indonesia. Tapi saya harus dan mengluarkan statement ini apapun resikonya,” tulisnya pada akun instagram @dr.tirta.
Dokter nyentrik lulusan tahun 2013 ini juga membagi ungkapan dan idenya soal penanganan wabah COVID-19 menjadi 5 poin. Poin pertama ia meminta pemerintah menutup akses daerah yang angka pasien COVID-19 membengkak.
dr Tirta
dr Tirta. Foto: Instagram @dr Tirta
“1. Untuk mencegah membengkaknya infection rate covid 19 di Indonesia. Saya menganjurkan, agar setiap kepala daerah yang kotanya sudah mengalami pembengkakan ODP, AGAR MENUTUP AKSES KELUAR DAN MASUK KOTA TERSEBUT. Buat TENDA RS PERSIAPAN , sebagai TRIASE KUNING COVID 19, dan SIAPKAN KONDISI PANGAN DAN LINDUNGI PASAR,” tulisnya.
Dokter Tirta juga menimbang meski risikonya akan berpengaruh pada ekonomi masyarakat namun akan sangat berarti untuk memutus mata rantai COVID-19.
“2. Kalo nekat dilanjutkan dengan metode begini, takutnya infeksi tak terkontrol dan membuat rs kelimpungan,” ujarnya.
Ia juga menuliskan tagging untuk Presiden Joko Widodo untuk menutup semua akses transportasi ke luar Jakarta.
“3. Pak @jokowi , saya tau ini kewenangan anda. Saya tau beban negara berat2 nya, sebelumnya saya berduka atas wafatnya ibunda , oke. Tapi. Ini saatnya karantina wilayah per provinsi. Ini penting pak. Trutama jakarta. Tutup semua akses transportasi dari dan luar jakarta. Undang 10 pakar ekonomi, ke istana dan prediksikan kerugian akibat ini, sesuaikan dengan APBN, apakah bisa ditalangi atau tidak.”
Kritik pedas juga ditujukan untuk juru bicara Menteri Kesehatan Achmad Yurianto, dr Tirta menyebut Yuri sudah meresahkan masyarakat.
“4. Buat jubir menkes, pak yuri, tolong, anda sudah membuat komunikasi yg meresahkan di medsos. Tolong, perbaiki cara penyampaian komunikasi anda.”
Untuk para relawan, pada poin terakhir, dr Tirta meminta mereka untuk terus berjuang dengan segala risiko yang ada.
“Berjuanglah sampe titik penghabisan. Resiko terberat kita adalah, menjadi PDP, but, fatality rate masih 8% kita harus berjuang demi negara ini. Bantu backup TNI POLRI DAN TENAGA MEDIS. Jika kalian relawan, dimanapun kalian berada. Kita bukan pahlawan, kita bukan penyelamat, tapi bantuan kita di lapangan entah edukasi, distribusi logistik akan sangat membantu negara ini. Untuk warga. Yg. Nyepelein corona. Jangan sembrono bung!,” tulisnya.
Dengan mencantumkan kembali hastag, dr Tirta meminta bantuan warganet untuk share caption yang ia posting agar sampai ke pihak pemerintah.
“Bantu share caption ini, agar di dengar @kemenkes_ri dan @jokowi dan stafsus presiden.”

LihatTutupKomentar