Gara-gara Kentut, Sepasang Suami-Istri di Padang Dibacok Tetangga

Loading...
Loading...

Hati-hati dengan kentut. Gara-gara kentut sembarangan, sepasang suami istri di Padang, Sumatera Barat (Sumbar) dibacok oleh tetangganya sendiri.
Polisi di Padang, Sumbar menangkap seorang pelaku pembacokan kepada Feri Giawa (46) dan Nova Risna Dewi (41). Keduanya dibacok oleh Anton Setiawan (37).
Pasangan suami istri ini harus dilarikan dan dirawat di rumah sakit akibat menderita luka dibacok oleh Anton Setiawan yang tak lain merupakan tetangganya sendiri.
Kejadian tersebut terjadi di rumah korban di kawasan Bandes Batu Kasek, Kelurahan Pengambiran Ampalu Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Selasa (21/2/2020).
Gara-Gara Dikentuti
Kepada polisi, Anton Setiawan mengatakan kesal karena dikentuti oleh korban Feri Giawa (46). Andi menjelaskan dia dikentuti oleh korban sebanyak dua kali dan terakhir dilakukan pada minggu kemarin.
Dirinya juga menegaskan tidak ada masalah lain terhadap korban. Hanya kesal dikentuti oleh korban sebanyak dua kali dalam waktu yang berbeda. Padahal menurutnya, dia dan korban tidak terlalu dekat dan jarang berkomunikasi.
Dirinya menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi sekira pukul 06.00 WIB. Waktu itu pelaku datang ke rumah korban dengan membawa senjata tajam.
Menurut keterangan pelaku, korban dibacok saat sedang tidur di kamarnya. Sedangkan sang si istri yang coba melerai juga ikut-ikutan dilukai oleh pelaku.
dilansir dari langgam, Kapolsek Lubuk Begalung, AKP Andi Parningotan Lorena, membenarkan peristiwa pembacokan itu. Pelaku juga telah berhasil diamankan oleh pihaknya.
“Ya pelaku sudah kita amankan,” katanya.
Korban atas nama Feri Giawa dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang. Sementara istrinya, Nova Risna Dewi, dirawat di Rumah Sakit Tentara Reksodiwiryo Padang.
Polisi mengatakan pihaknya juga memantau kondisi korban yang masih dirawat di dua rumah sakit berbeda.
Ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua, jangan asal kentut sembarangan. Gara-gara kentut bisa berakibat fatal bagi keselamatan.

LihatTutupKomentar