Bersabar Memang Penuh Tantangan, Tapi Dari Situlah Kita Akan Belajar Membijakkan Hati

Loading...
Loading...

Bila ada yang mengatakan bahwa bersabar itu sulit, maka itu sangatlah benar, karena dalam bersabar kita harus berjuang menundukkan ego, merendahkan hati untuk ikhlas, dan lapang dada untuk terus berprasangka baik pada Allah.
Namun, meski bersabar itu membosankan dan melelahkan, disitulah kita akan menemukan benih-benih kebijaksanaan.
Maka ketika kamu berkata bersabar sangat sulit, iya itu memang benar sekali. Tetapi sadarkah kita bahwa ditengah kesulitan itulah pada akhirnya kita akan tahu caranya bertahan dan dalam situasi sulit, dalam situasi yang sangat sekali melelahkan.
Sehingga akhirnya kita tahu bahwa bersabar itu adalah cara Allah untuk menguji seberapa besar percaya kita pada-Nya.
Bersabar memang sangat menjenuhkan atau bahkan sangat menjenuhkan sekali, tapi ketahuilah bahwa dari keadaan seperti itu pada akhirnya kita akan tahu caranya menundukkan ego.
Dan dari situ pulalah kita akan tahu caranya tenang disaat amarah, tenang disaat sesal, dan tenang disaat rasa ingin mengeluh terasa membuncah.
Bersabar memang sesuatu yang memang tidak mudah, tapi teruslah belajar dari ketidak mudahan tersebut hingga akhirnya kita tahu caranya berprasangka kepada Allah dengan mudah.
Karena bila telah biasa-biasa, maka mudah bagi kita untuk membidik hati dengan rasa sabar yanh terus mensrus.
Bersabar memang membutuhkan waktu lama, tapi jangan khawatir waktu kita menjadi sia-sia hanya untuk melunakkan hati, karena dari situlah kita akan tahu caranya berharap hanya kepada-Nya.
Maka dari itu jangan pernah merasa bosan untuk terus melatih hati dengan kesabaran, karena pada akhirnya Allah akan memberikan kita balasan yanh indah.
Walau benar bersabar itu melelahkan, tetaplah bertahan karena dari situlah kita akan tahu caranya merendahkan hatu untuk ikhlas.
Dan bila ikhlas telah terbidik dihati, maka sungguh bersabarpun tidak akan lagi terasa membosankan, dan ketika telah demikian maka untuk menjadi peribadi yang bijaksana takk!n sulit lagi kita lakukan.

LihatTutupKomentar